SAFARUDDIN
“Sekarang martabat Negara tampak telah sunyi sepi, sebab rusak
pelaksanaan peraturannya, karena tanpa teladan, orang meninggalkan kesopanan,
para cendikiawan dan para ahli terbawa, hanyut ikut arus dalam jaman bimbang,
bagaikan kehilangan tanda-tanda kehidupannya,kesensaraan dunia karena tergenang
berbagai halangan” (Ranggawarsita, 1802-1874)